Neoimperialisme merupakan
strategi penjajahan baru ala Barat pasca perang dunia II. Strategi ini diambil
akibat mulai munculnya opini dan kesadaran di tengah masyarakat dunia bahwa
setiap penjajahan atau penguasaan suatu negara atas negara lainnya harus
dihapuskan. John Foster Dulles dalam
bukunya War and Peace menuliskan,
“Saat menjelang berakhirnya perang dunia II satu-satunya kondisi politik yang
mendapatkan perhatian serius adalah kondisi daerah-daerah jajahan. Jika
negara-negara Barat mempertahankan daerah-daerah jajahannya dengan cara-cara
yang sudah ada, dapat dipastikan terjadinya pemberontakan bersenjata, dan Barat
pasti kalah. Karena itu, satu-satunya strategi yang mungkin berhasil adalah
dengan memberikan kemerdekaan secara damai dan terhormat kepada 700 juta jiwa
manusia yang berada di bawah kekuasaan penjajahan barat”
Strategi penjajahan gaya baru ini
diterapkan dengan cara memberikan kemerdekaan pada negeri jajahan dan mengikat
mereka dengan hutang yang mengatasnamakan
“bantuan untuk membangun
perekonomian negara”. Dengan cara itulah Barat dapat melangsungkan dominasinya
(baca: penjajahan) ke suatu negeri, termasuk Indonesia.
Sejak berdirinya Orde Baru,
Indonesia benar-benar berada dalam genggaman penjajahan Barat (Amerika) yakni
sejak indonesia diberi utang dan “bantuan” finansial oleh Bank Dunia dan IMF. Sejak
saat itu pula, Indonesia diharuskan melaksanakan berbagai kebijakan dan
melegalisasi sejumlah UU bernafaskan neoliberalisme sebagai resep “kemajuan ekonomi”
ala IMF.
Neoliberalisme merupakan paham ekonomi yang dicirikan dengan gagasan
yang lebih menekankan pada deregulasi pasar, privatisasi badan usaha milik
negara, pembatasan/penghilangan campur tangan pemerintah, serta pasar
internasional yang lebih terbuka (Balaam dan
Veseth,2005: p. 507)
Kebijakan neoliberal di negeri
ini dapat dilihat dari berbagai aspek, beberapa diantara:
- Penjualan/Privatisasi BUMN kepada swasta termasuk asing, sebagai contoh penjualan 35% saham PT Semen Gresik (1991), 35% saham PT Indosat (1994), 35% saham PT Tambang Timah (1995), 51% saham PT Pelindo II dan 49% saham PT Pelindo III (1998), dan lain sebagainya. Dikutip dari harian kompas (2011) menyatakan bahwa dari semua BUMN yang telah diprivatisasi, kepemilikan asing sudah mencapai 60 persen.
- Pencabutan/Pengurangan subsidi seperti Pengurangan subsidi Listrik pada tahun 2011 dari Rp 55,1 T menjadi Rp 41 T dan Pengurangan subsidi Pupuk pada tahun 2011 dari Rp 18,4 T menjadi Rp 16,4 T. Beberapa waktu lalu, pemerintahan Joko Widodo menerapkan kebijakan pecabutan subsidi BBM yang mengakibatkan naik-turunnya harga BBM mengikuti harga pasar dunia
- Liberalisasi sektor publik, seperti pendidikan, kesehatan dan transportasi yang mekanisme pengaturannya diserahkan ke pihak swasta atau harganya meningkat sesuai harga “Pasar”.
- Pasar Bebas. Berdirinya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) semakin mengokohkan pasar bebas di wilayah ASEAN.
- Liberalisasi sektor SDA dan Energi. Porsi operator migas nasional hanya sekitar 25 persen, selebihnya 75 persen dikuasai pihak asing (kompas/menul.orgfree.org)
Jika kita kaji dengan cermat,
nampak jelas bahwa yang diuntungkan oleh kebijakan-kebijakan tersebut adalah
pihak swasta dan asing. Adapun rakyat, adalah pihak yang paling dirugikan dan
menderita. Kesenjangan ekonomi semakin
lebar. Kemiskinan pun menjadi permasalahan sistemik nan pelik di negeri ini,
yang mengakibatkan meningkatnya angka kriminalitas, kerusakan moral dan banyak
lagi.
Singkat kata, Indonesia dalam
bahaya jika tetap berada dalam kondisi ini. Oleh karena itu, konsep dan upaya
perubahan perlu dicanangkan dan diupayakan. Perubahan ke arah Islamlah
satu-satunya jawaban, karena sungguh Islam mengandung sistem paripurna ciptaan
Yang Maha Kuasa. Hanya dengan penerapan Islam secara kaffahlah Indonesia dan
Dunia dapat diselamatkan.
Mari berjuang bersama, selamatkan
Indonesia dari kungkungan neoliberalisme dan neoimperialisme dengan penerapan
syariah Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah ‘ala minhaj an-Nubuwwah
(sesuai metode Rasulullah). Wallahua’lam
0 comments:
Post a Comment
Silahkan berikan tanggapan dan opininya ^-^